Pengertian Reseller, Cara Kerja, Keuntungan & Tips Jadi Reseller Sukses

2
306
Pengertian-reseller-dan-cara-kerjanya

Saat ini dunia bisnis terus berkembang. Bahkan Indonesia sendiri termasuk dalam salah satu negara yang memiliki kemampuan dan perkembangan khusus dalam bisnis, terutama bisnis online. Salah satu bidang bisnis adalah perdagangan.

Tanpa adanya perdagangan maka sebuah produk tidak akan sampai ke tangan konsumen, begitu juga produsen yang tidak akan bisa menjual produk. Melihat lebih dalam lagi dalam bidang perdagangan maka kita akan mengenal siapa itu pembeli dan siapa itu penjual.

Dunia perdagangan ternyata tidak hanya melibatkan dua faktor ini saja. Tapi masih terbagi lagi ke dalam beberapa sub, seperti adanya reseller. Akhir-akhir ini jika Anda ingin terlibat dalam dunia bisnis online, maka mungkin akan mendengar istilah reseller.

Tapi apa itu reseller, bagaimana cara kerjanya, berapa dan bagaimana cara mendapatkan keuntungan yang besar. Jika Anda baru mau belajar, jangan takut. Coba saja menyimak informasi dibawah ini.

Pengertian Reseller

Istilah atau bahasa reseller sebenarnya berasal dari bahasa Inggris. Reseller terdiri dari dua gabungan kata, yaitu : re yang berarti kembali dan seller yang memiliki arti penjual. Jika kita menggabungkan dua kata ini ke dalam bahasa Indonesia, maka akan bermakna “Penjual Kembali”.

Tentu saja makna sebenarnya bukan seperti itu karena jika diterjemahkan dalam arti yang lebih logis maka artinya adalah “menjual kembali”. Intinya berarti bahwa reseller adalah menjual kembali. Jika dalam dunia bisnis maka aktifitas atau pekerjaan ini dapat diartikan secara luas yaitu:

“Sebuah aktifitas perdagangan dimana barang atau jasa yang didapatkan akan dijual lagi, tidak ada pemakaian atau konsumsi sendiri dari barang atau jasa yang didapatkan. Pelaku reseller bisa termasuk perorangan atau kelompok atau bahkan perusahaan atau perusahaan dagang. Tujuan dari aktifitas reseller yang paling jelas dalam aktifitas ekonomi ini adalah untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan berjualan kembali tersebut”

Cara Kerja Reseller

Mengingat bahwa reseller bukan pelaku bisnis pertama maka tahap ini memang harus dilakukan secara hati –hati. Perhitungan dan langkah yang dilakukan reseller memang harus tepat,karena jenis pedagang ini memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Jadi Anda harus paham bagaimana cara kerja reseller.

Baca juga: Apa Itu Dropship? Dan Bagaimana Cara Kerja Sistem Dropship?

Reseller sebenarnya bisa membeli barang dari berbagai titik penjualan. Jika Anda masuk sebagai reseller maka bisa membeli langsung dari pabrik, produsen,suplier, agen, penyalur atau distributor, toko besar atau pusat grosir, reseller yang lain dan berbagai pihak yang lain. Kemudian setelah Anda mendapatkan barang tersebut maka barang akan disimpan sebagai stock.

Langkah selanjutnya adalah Anda harus mengeluarkan stock tersebut untuk dijual. Anda bisa menjual produk ke wilayah atau area jangkauan bisnis yang berbeda. Mengapa? Karena Anda harus menjual dalam jumlah yang lebih tinggi. Jadi jika bisa maka Anda tidak boleh menjual di area yang sama dengan tempat Anda membeli produk dalam jumlah besar.

Nah dengan langkah ini maka seorang reseller bisa mendapatkan keuntungan dan bisa terus membeli barang kembali lalu menjual produk itu lagi.

Cara-kerja-reseller

Keuntungan Menjadi Reseller

Reseller selama ini dianggap sebagai pos dagang yang paling menguntungkan. Terlebih jika itu berkaitan dengan bisnis online, maka ada banyak penawaran untuk menjadi reseller.

√ Aliran Dana Yang Lebih Cepat

Banyak reseller yang mendapatkan keuntungan terbaik dengan aliran dana yang lebih cepat. Misalnya reseller online untuk produk tertentu biasanya memiliki wilayah batas dagang. Kemudian secara otomatis pembeli dari daerah tersebut hanya bisa membeli dari reseller. Kemudian dengan dukungan sosial media maka sistem penjualan juga semakin cepat.

√ Memiliki Ikatan Yang Kuat Dengan Pelanggan

Seringkali ketika produsen mengeluarkan merek atau produk baru maka produsen tidak akan menjualnya langsung ke pembeli. Mereka akan memasukkan produk tersebut ke reseller.

Dengan cara ini sebenarnya reseller memiliki ikatan yang lebih kuat dengan pembeli. Saat ada info produk baru maka pembeli bisa mendapatkan produk dengan cepat. Terlebih jika produk tersebut termasuk edisi terbatas. Dengan cara ini juga maka reseller bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

√ Keuntungan Yang Lebih Besar

Penjualan yang lebih cepat akan menjamin bahwa reseller bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Meskipun jika dihitung maka besarnya keuntungan reseller per item mungkin lebih kecil dari penjual tangan pertama. Tapi dengan besarnya angka pelanggan maka pada akhirnya angka keuntungan bisa menjadi lebih besar.

√ Bisa Menarik Pelanggan Baru

Jika Anda menjadi reseller maka sebenarnya Anda bisa menarik pelanggan baru. Kesempatan ini menjadi lebih besar karena Anda bisa menjual produk dengan harga yang sama dengan tempat lain.

Ini juga sangat penting karena sebenarnya keuntungan Anda akan berlipat ganda. Jadi untung menjadi reseller memang pada dasarnya lebih besar karena jangkauan pasar yang lebih luas.

√ Menghemat Waktu Bisnis

Dengan menjadi reseller maka sebenarnya Anda bisa menghemat waktu bisnis yang lebih banyak. Anda tidak perlu membuang waktu untuk mencari produk , terlalu sering datang ke pasar, atau survei ke pabrik langsung. Anda hanya perlu berkomunikasi dengan pedagang pertama atau suplier dan produk akan dikirimkan.

Kelebihan Reseller

Dengan menjadi reseller sebenarnya bukan hanya keuntungan saja yang bisa didapatkan. Keuntungan menjadi reseller bisa memberi dampak jangka panjang pada bisnis. Tentu saja dengan keuntungan ini maka kekuatan bisnis Anda menjadi lebih besar. Berikut ini kelebihan reseller yang perlu Anda pertimbangkan.

⇒ Memiliki Kekuatan Pelanggan Tetap

Jika Anda menjadi reseller maka Anda memiliki kesempatan untuk mendirikan kekuatan pelanggan tetap. Langkah ini sangat baik karena persaingan bisnis yang akan besar dan terus meningkat.

Pertama Anda bisa menjangkau pelanggan yang sudah membeli produk, kemudian meminta mereka memberikan review produk, lalu menggunakan langkah itu untuk menarik pelanggan yang lain. Sistem berlangganan tetap juga bisa ditawarkan untuk mendapatkan pelanggan yang lebih besar.

⇒ Memiliki Pengalaman Bisnis Lebih Besar

Dengan menjadi reseller maka Anda bisa memiliki pengalaman bisnis yang lebih besar. Anda bisa bertemu dengan pengecer atau pembeli pertama. Dari situ maka Anda bisa meluaskan pasar sehingga keuntungan juga menjadi lebih besar. Dengan langkah ini maka Anda tidak perlu mengeluarkan biaya promosi yang lebih besar.

Kelemahan Reseller

⇒ Resiko Menghabiskan Stok Lebih Cepat

Jika Anda menjadi reseller maka biasanya ada syarat pembelian minimum kepada produsen. Dengan memenuhi syarat tersebut maka bisa mendapatkan harga pembelian yang lebih rendah. Tapi Anda memiliki resiko untuk menghabiskan stok produk.

Akhirnya Anda harus bekerja keras untuk promosi sehingga barang cepat habis. Biasanya resiko ini hanya terjadi pada tahap awal, tapi setelah memiliki pelanggan tetap maka Anda bisa melalui tahap ini dengan baik.

⇒ Review Produk Yang Jelek Akibatnya Besar

Jika Anda menjadi reseller maka pembeli akan berhubungan langsung dengan Anda. Ketika ada masalah dengan produk dan akhirnya pembeli membuat review yang buruk atau kurang menarik, maka efeknya bisa terasa langsung ke bisnis Anda. Karena itu seorang reseller juga harus memiliki tanggung jawab terhadap kualitas produk meskipun tidak secara langsung.

Tips Mulai Menjadi Reseller

√ Pilih Jenis Produk Bisnis Anda

Ketika Anda ingin memulai sebagai reseller maka cobalah untuk memilih produk yang akan menjadi subjek bisnis Anda. Anda harus tahu kondisi pasar dan produk seperti apa yang diinginkan oleh pasar.

#PeluangBisnis
Bingung Mau Bisnis Apa? Berikut 6 Peluang Usaha Yang Menjanjikan Dengan Hasil Menggiurkan

Anda juga harus mengevaluasi apakah harga yang ditawarkan masih bisa masuk ke pasar atau tidak. Dengan cara ini maka Anda bisa tahu jika sebuah produk bisa masuk dalam orientasi bisnis Anda atau tidak.

√ Lakukan Survei Industri

Bagi seorang reseller maka Ia juga harus tahu bisnis tersebut secara mendalam. Anda bisa melakukan survei ke pabrik atau produsen pertama. Anda bahkan bisa melakukan survei sampai tingkat agen dan grosir. Dengan cara ini maka Anda tahu dengan jelas bagaimana produk dibuat, bagaimana aliran produk di pasar dan kemungkinan siapa pesaing Anda.

√ Lakukan Identifikasi Pasar

Anda juga harus melakukan riset pasar. Ini langkah yang sangat penting untuk membantu Anda bisa menemukan produsen yang paling sesuai, pemasok produk yang menawarkan harga yang paling masuk akal untuk bisnis Anda dan juga kemungkinan pemasok lain yang lebih kompetitif.

Bahkan proses ini sangat penting untuk membantu Anda mengetahui jika suatu saat pemasok utama Anda berhenti berproduksi, jadi Anda bisa mencari pemasok yang lain.

√ Riset Pesaing Anda

Menjadi reseller memang memiliki lingkungan persaingan yang sangat tinggi. Karena itu Anda harus memiliki persiapan yang matang supaya bisa melawan atau menghadapi persaingan tersebut.

Jadi sebelum Anda memutuskan menjadi reseller maka Anda harus tahu siapa pesaing Anda, bagaimana pesaing Anda menjalankan penjualan, bagaimana pesaing Anda melakukan promosi dan juga bagaimana cara Anda akan menghadapi lingkungan penjualan dengan produk yang sama.

√ Berani Untuk Memulai

Ketika Anda sudah memutuskan untuk memulai bisnis sebagai reseller maka langkah yang paling penting adalah untuk memulainya. Anda bisa mulai dengan cepat setelah melakukan proses riset.

Jangan sampai menahan terlalu lama, karena pada akhirnya Anda hanya akan berencana saja. Jadi segera temui produsen, buat kesepakatan bisnis dan memulai perdagangan.

Jadi itulah seputar dunia reseller yang bisa menambah wawasan pengetahuan kita. Ternyata menjadi reseller bisa mendatangkan keuntungan tapi juga memiliki kekurangan. Jika Anda ingin menjadi reseller maka pelajari semua informasi tersebut dan langsung lakukan tindakan Anda sebagai reseller.

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here