Apa Itu BIOS? : Pengertian, Fungsi dan Jenis Jenis BIOS

0
40

Penggunaan komputer dan laptop memang sudah sangat biasa. Dahulu komputer dianggap sebagai barang yang mewah. Dan sekarang semua orang memiliki komputer untuk bekerja, mengetik, menggunakan internet, merubah desain dan masih banyak lagi fungsinya.

Ketika kita menggunakan komputer maka caranya juga harus tepat. Tujuannya adalah untuk menjaga fungsi komputer tetap normal. Sebuah komputer terdiri dari perangkat CPU, layar atau monitor, keyboard dan mouse. Bagian yang sangat penting ada di CPU dan monitor.

Saat kabel CPU dan monitor sudah terhubung dengan sumber listrik maka ketika CPU dinyalakan, ada tampilan jelas pada layar. Tampilan pertama ini bisa terdiri dari beberapa warna, ada yang hitam, biru atau biru cerah.

Semua mengikuti upgrade sistem yang digunakan. Saat komputer dinyalakan pertama kali dan monitor menampilkan sebuah warna atau gambar maka itulah yang dinamakan dengan BIOS.

Agar Anda tidak bingung, berikut akan kami sampaikan mengenai apa itu bios?

Pengertian BIOS?

BIOS adalah sebuah kata yang sebenarnya singkatan dari Basic Input Output System. Tanpa adanya bios maka sebuah komputer tidak akan menyala atau bekerja. Dari singkatan tersebut mungkin kita terbatas pada sistem yang mengatur untuk output dan input.

Tapi ternyata Bios memiliki fungsi yang sangat penting, dimana jika terjadi kesalahan pada bios maka komputer tidak akan berfungsi.cara masuk bios

Bisa dikatakan jika bios adalah salah satu sistem yang pertama kali dipikirkan oleh sebuah komputer. Karena itu sejarah bios sendiri sudah muncul pada komputer yang masih menggunakan Disk Operating System.

Bios sendiri memiliki bentuk sebagai firmware yang disimpan dalam sebuah chip yang ada di motherboard dan memiliki fungsi penting untuk membantu sistem operasi pada komputer bisa bekerja normal. Jadi artinya apapun sistem operasi komputer Anda, pasti akan memakai bios, dan tidak akan bisa menyala tanpa bios.

Fungsi Utama Bios

1. Mengikuti Intruksi POST (Power On Self Test)

Bios memiliki peranan yang sangat penting ketika sebuah sistem operasi diinstal pada komputer atau laptop. Bios akan memeriksa semua perangkat yang bekerja. Kemudian bios akan menyampaikan informasi secara jelas dan spesifikasi semua perangkat keras yang ada pada motherboard.

2. Penting dalam Pengaturan Konfigurasi Dasar Komputer

Bios juga sangat penting untuk membantu pengaturan konfigurasi semua perangkat dalam komputer sesuai dengan fungsinya. Misalnya jika Anda seorang desainer dan ingin mengatur komputer untuk mendukung pekerjaan program desain Anda, maka Anda bisa mengaturnya.

Biasanya fungsi ini juga sering dilakukan gamer yang membutuhkan komputer dengan performa yang lebih kuat dan cepat.

3. Menampilkan Informasi Komputer

Bios juga memiliki fungsi yang sangat penting untuk menampilkan semua informasi dasar komputer. Dimana bios akan mengeluarkan informasi seperti interaksi dari semua perangkat dalam komputer termasuk drive, memory dan perangkat yang lain.

Komponen Bios

Bios sebenarnya tidak berdiri sendiri sehingga memang terdiri dari beberapa komponen. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini beberapa komponen Bios.

1. Program Bios Setup

Ini adalah sebuah program yang sebenarnya berfungsi untuk merubah setting konfigurasi pada komputer. Misalnya seperti pada bagian disk drive, hard disk, pengaturan daya, layar, sistem kerja komputer dan fungsi lainnya.

Biasanya untuk merubah setting ini hanya dilakukan oleh yang ahli karena detail bios sangat rumit dan jika terjadi kesalahan maka bisa menyebabkan gangguan pada komputer.

2. Program Bootstraper

Sesuai dengan namanya maka ini adalah sebuah komponen yang terdiri dari program yang sangat penting untuk melakukan booting dalam sistem operasi, yang sebelumnya sudah terinstal di komputer.

3. Driver

Driver memiliki peran yang sangat penting untuk kinerja beberapa perangkat komputer seperti processor, input device, VGA dan semua perangkat lain yang bekerja untuk komputer dengan sistem operasi 16 bit dan DOS.

Cara Kerja Bios

Pertama kali ketika komputer dihidupkan maka bios akan mengerjakan proses inisialisasi dimana dalam proses ini pengguna komputer bisa melihat beberapa data seperti jumlah memory, jenis hardisk, kapasitas hardisk, informasi VGA dan berbagai informasi yang lain.

Kemudian bios akan melakukan pemeriksaan pada device ROM termasuk hard disk dan RAM. Jika kedua pekerjaan ini sudah selesai maka bios akan melihat dan mencari dimana tempat booting dan mulai masuk ke sistem operasi komputer yang sudah terinstal.

Jenis Jenis Bios

1. Award Bios

Sesuai dengan namanya ini adalah salah satu bios yang memang diproduksi oleh Award Software Inc. perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 1983 dan memiliki kantor pusat di Mountain View, California, Amerika Serikat.

Jika komputer menggunakan bios ini maka saat proses Power On Self Test, Anda harus menekan tombol Del. Kemudian bisa menganalisa petunjuk kode beep ketika komputer menyala. Berikut keterangan tentang kode beep yang bisa diikuti.

  • Beep terus menerus : tanda RAM sudah rusak atau kesalahan pemasangan.
  • Beep panjang 1 x : kerusakan pada RAM atau Motherboard.
  • Beep pendek 1 x : kerusakan pada RAM atau Motherboard.
  • Beep panjang 1 x dan 2 x pendek : VGA rusak atau kesalahan pemasangan.
  • Beep panjang 1 x dan 2 x pendek : kerusakan pada keyboard atau kesalahan pemasangan.
  • Beep panjang 1 x dan 9 x pendek : kerusakan pada bios.
  • Beep pendek terus : kerusakan pada PSU.

2. AMI BIOS

AMI Bios adalah salah satu bios yang pertama kali dikembangkan oleh Megatrends. Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat. Namun bios ini tidak hanya digunakan untuk motherboard yang berasal dari Megatrends saja, tapi juga dari beberapa perusahaan lain.

AMI bios mendapatkan puncaknya pada tahun 2002, ketika pemakaian bios ini paling banyak dilakukan untuk PC. Sama seperti pada Award Bios maka Anda harus menekan tombol Del ketika komputer sedang melakukan POST. Berikut kode-kode beep yang ada di AMI Bios.

  • Beep 1 x : kerusakan pada RAM atau ada kesalahan dalam pemasangan.
  • Beep 2 x : ada kesalahan pada RAM.
  • Beep 3 x : kesalahan pada RAM, seperti writer error / memory read error.
  • Beep 4 x : kesalahan dan kerusakan fungsi pada Motherboard.
  • Beep 5 x : kerusakan pada processor.
  • Beep 6 x : keyboard ada kerusakan atau kesalahan pemasangan.
  • Beep 7 x : adanya kerusakan processor atau Processor Interrupt Error.
  • Beep 8 x : VGA sudah mengalami kerusakan atau adanya kesalahan pasang.
  • Beep 9 x : kesalahan pada BIOS atau Motherboard.
  • Beep 10 x : kesalahan pada Motherboard.
  • Beep 11 x : CMOS habis baterai.

3. IBM Bios

Sesuai dengan namanya ini adalah bios yang memang dikembangkan oleh perusahaan IBM Inc. Berbeda dengan jenis bios lain karena saat akan masuk ke setup IBM bios maka Anda harus menekan tombol F2 saat POST. Dan berikut ini kode beep yang harus Anda kuasai.

  • Tidak beep : kerusakan pada power supply atau VGA atau RAM atau dua alat ini dipasang tidak benar.
  • Beep terus : kerusakan pada power supply atau kesalahan pasang pada VGA dan RAM.
  • Beep 3 x panjang : keyboar rusak.
  • Beep 1 x panjang dan pendek : kerusakan pada Motherboard.
  • Beep 1 x panjang dan 2 x pendek : ada masalah pada VGA card.
  • Beep 1 x panjang dan 3 x pendek : kerusakan pada VGA card.
  • Beep 1 x pendek : POST normal.

4. PHOENIX BIOS

PHOENIX BIOs adalah salah satu bios yang memang diproduksi dan dikembangkan oleh perusahaan Phoenix Tecnologies Inc. Seperti pada IBM bios maka saat akan melakukan proses POST, Anda harus menekan tombol F2.

Biasanya jika bios yang lain memiliki kode beep yang panjang dan pendek, tapi untuk Phoenix bios memang sangat berbeda. Jika dibandingkan memang lebih rumit, seperti ini kodenya:

  • 1-1-4 : Bios sudah rusak.
  • 1-2-1 : kerusakan pada Motherboard.
  • 1-3-1 : RAM sudah mengalami kerusakan atau salah pasang.
  • 3-1-1 : Motherboard sudah rusak.
  • 3-3-4 : ada kerusakan pada VGA.
  • 1-1-4-1 : ada kesalahan cache.
  • 1-2-2-3 : masalah ROM BIOS Cheksum.

Nah itulah semua informasi tentang pengertian apa itu Bios? Anda bisa mempelajari dengan detail dan tentunya untuk mengoperasikan sebuah komputer memang membutuhkan bios yang bisa berfungsi normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here